Ujaran Kebencian... Ternyata Relatif


UJARAN KEBENCIAN

Oleh: Jonru Ginting

Ketika Ahmad Dhani bilang idiot, bajingan, mereka tersinggung. Ahmad Dhani dipolisikan dan sekarang masuk penjara. Bagi mereka, ucapan Ahmad Dhani ialah ujaran kebencian alasannya ialah mereka tidak menyukai ucapan tersebut.

Ketika pendukungnya ngasih gelar jancuk, dikala ada anak cerdik balig cukup akal bilang "lu kacung gue, gue bakar rumah lu!", mereka tidak mempermasalahkannya. Mereka belakang layar saja, alasannya ialah bagi mereka ucapan menyerupai itu tidak perlu dipermasalahkan. Itu bukan ujaran kebencian (menurut mereka).

Ketika Ahok menista agama, mereka tidak mempermasalahkannya. Bagi mereka itu bukan ujaran kebencian. Namun dikala Rocky Gerung berkata "kitab suci itu fiksi", mereka mempolisikannya dengan tuduhan penistaan agama. Bagi mereka itu ujaran kebencian.

INTINYA:
Ujaran kebencian itu ternyata sangat relatif. Jika contohnya aku yang memberi gelar jancuk tersebut, sanggup dipastikan sekitar 99,99 persen bahwa aku akan kembali dipolisikan dengan tuduhan ujaran kebencian.

Padahal dikala pendukungnya yang menunjukkan gelar tersebut, eh mereka malah tertawa-tawa senang. Sungguh Aneh!

Betapa relatifnya istilah ujaran kebencian tersebut!

Ketika dulu aku sidang, Pak Hakim bertanya kepada dua orang saksi ahli, "Apa definisi ujaran kebencian?"

Kedua saksi hebat menjawab, "Ujaran kebencian ialah dikala kita melaksanakan sesuatu, kemudian orang-orang benci atau memusuhi kita."

Saya pun mendebat. Saya bilang, "Jika definisinya sedangkal itu, maka para Nabi pun melaksanakan ujaran kebencian. Sebab dikala para nabi berdakwah, mereka juga dibenci, dimusuhi, dilempari kotoran, bahkan hendak dibunuh."

Betapa relatifnya definisi ujaran kebencian tersebut!

Makara dikala aku masuk penjara alasannya ialah tuduhan ujaran kebencian, maka aku sangat percaya bahwa itu ialah tuduhan yang sangat relatif.

Silahkan Anda menuduh aku sebagai penebar ujaran kebencian. Silahkan, alasannya ialah itu hanya berdasarkan Anda. Saya juga tidak peduli dikala tuduhan dan vonis menyerupai itu tiba dari pengadilan yang menyidang aku (Terlebih alasannya ialah pada fakta persidangan, posting-posting aku yang diperkarakan terbukti tidak memenuhi unsur pidana, sehingga aku seharusnya bebas. Namun anehnya, hakim tetap memvonis aku bersalah).

SAYA PERCAYA dan 100% YAKIN bahwa persepsi terbaik dan niscaya alias tidak relatif hanya tiba dari Allah. Karena itu aku berharap, biar Allah menganggap aku sedang berdakwah membela kebenaran, bukan melaksanakan yang lain.

"Ujaran kebenaran ialah ujaran kebencian bagi para pembenci kebenaran."

Mulai pusing? Sama!

Jakarta, 5 Februari 2019

(Jonru Ginting)

Follow, Like & Subscribe My Sosmed Accounts:

Instagram: @jonrugintingnew
Twitter: @jonrugintingnew
Telegram Channel: https://t.me/jonrugintingnew
Youtube Channel: https://www.youtube.com/jonrugintingtv
Fan Page Facebook: https://www.facebook.com/jonrugintingnew



Tags : berita islam terpercaya, portal bersama news, berita 2019
Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami.Disini
Ujaran Kebencian... Ternyata Relatif