Rudiantara Kena Bully 'Yang Honor Kau Siapa', Ini Penjelasan Kominfo


PORTAL-BERSAMA.WEB.ID - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara tengah jadi sorotan gara-gara lontaran pertanyaannya kepada seorang aparatur sipil negara (ASN) di dalam program internal Kominfo di Hall Basket Senayan, Jakarta, kemarin (Kamis, 31/1). 

Berawal dikala Rudiantara memimpin pemilihan desain stiker sosialisasi Pemilu yang akan ditempelkan di lingkungan kantor, dengan denah pemungutan suara. Ada dua opsi desain yang ditunjukkan, yakni nomor 1 dan nomor 2. 

Sebelum dimulai pemungutan suara, Rudiantara menegaskan pilihan desain ini tidak melambangkan aspirasi politik Pilpres. Namun yang terjadi sebaliknya. 

Pria yang karib disapa Chief RA ini pun menyindir ASN yang mengaitkan pilihan desain stiker nomor dua dengan Pilpres. 

"Bu, Bu yang bayar honor ibu siapa sekarang? Pemerintah atau siapa?" tanya Rudiantara kepada seorang ASN perempuan yang menentukan disain nomor 2.

Rudiantara menimpali lagi. "Bukan yang iktikad ibu? Ya sudah makasih."

Hashtag #YangGajiKamuSiapa mendadak trending di media umum Twitter berikut video pendek Rudiantara tengah bersama ratusan ASN dalam program tersebut.

"Kami menyesalkan beredarnya potongan-potongan video yang sengaja dilakukan untuk memutus konteks duduk masalah dan tidak menggambarkan insiden secara utuh," kata Plt. Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu melalui siaran pers, pagi ini (Jumat, 1/2). 

Nando, begitu ia disapa, mengklarifikasi bahwa sebelumnya Menkominfo sudah dengan gamblang menegaskan bahwa pemilihan tersebut tidak ada kaitan dengan Pemilu. 

"Penegasan tersebut terhitung diucapkan hingga empat kalimat, sebelum memanggil ASN tersebut ke panggung," terangnya.

Dalam zooming video hasil rekaman, berdasarkan Nando. terlihat bahwa lisan Menkominfo terkejut dengan balasan ASN yang mengaitkan dengan nomor urut capres itu dan sekali lagi menegaskan bahwa dilarang mengaitkan urusan ini dengan capres.

Momen selanjutnya ialah upaya Menkominfo untuk meluruskan permasalahan desain yang malah jadi ajang kampanye capres pilihan seorang ASN di depan publik. 

Terlihat bahwa ASN tersebut tidak berusaha menjawab substansi pertanyaan, bahkan sehabis pertanyaannya dielaborasi lebih lanjut oleh Menkominfo. 

"Menkominfo merasa tak habis pikir mengapa ASN yang digaji rakyat/pemerintah menyalahgunakan kesempatan untuk mengatakan perilaku tidak netralnya di depan umum. Dalam konteks inilah terlontar pertanyaan “Yang Gaji Ibu Siapa?” tegasnya. 

Nando kembali menekankan, Menkominfo hanya ingin menegaskan bahwa ASN digaji oleh negara sehingga ASN harus mengambil posisi netral, setidaknya di hadapan publik.

"Atas pernyataan 'yang menggaji pemerintah dan bukan iktikad Ibu', 'keyakinan' dalam hal ini bukanlah dimaksudkan untuk menunjuk pilihan ASN tersebut, melainkan merujuk kepada perilaku ketidaknetralan yang disampaikan kepada publik yang mencederai rasa keadilan rakyat yang telah menggaji ASN," paparnya lebih lanjut.

Hal ini kembali ditegaskan Menkominfo dalam penutupnya bahwa posisi ASN yang digaji negara/pemerintah harus netral dan justru menjadi pemersatu bangsa dan memerangi hoax. [rmol]

Tags : berita islam terpercaya, portal bersama news, berita 2019
Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami.Disini
Rudiantara Kena Bully 'Yang Honor Kau Siapa', Ini Penjelasan Kominfo