Nah! Bawaslu Akan Panggil Menkominfo Soal #Yanggajikamusiapa


[PORTAL-BERSAMA.WEB.ID]  Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI berencana memanggil Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara atas dugaan pelanggaran pidana pemilu. Rudiantara akan dimintai keterangan terkait pernyataan 'yang honor kau siapa?' ke seorang aparatur sipil negara (ASN) pendukung pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Iya (Menkominfo Rudiantara akan dipanggil)," kata Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin, Sabtu 2 Februari 2019

Afifuddin belum mau membeberkan kegiatan pemanggilan terhadap Rudiantara. Namun ia memastikan ketika ini Bawaslu RI sedang mendalami gosip dan fakta terkait pernyataan Rudiantara di program Kominfo Next tersebut.

Dihubungi terpisah, Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar menyebut ketika ini pihaknya sedang memastikan kelengkapan dokumen pelaporan yang dilakukan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) terhadap Rudiantara.

Dia berujar laporan itu akan diproses empat belas hari kerja terhitung semenjak pelaporan pada Jumat 1 Februari 2019. Fritz menjelaskan hal itu diatur dalam Pasal 461 ayat (5) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.

"Nanti dikaji apakah kampanye atau tidak, melanggar UU Pemilu atau bukan. Bawaslu fokus terhadap pelanggaran pemilunya," ucap Fritz, Sabtu 2 Februari 2019

Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara sempat menyindir ASN Kominfo yang memberi pemberian kepada pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi. Hal itu bermula ketika Rudiantara mengadakan pemungutan bunyi untuk desain stiker sosialisasi Pemilu 2019 yang bakal digunakan Kominfo.

Saat diminta menentukan stiker nomor satu atau dua, salah seorang ASN malah membahas pilihan di Pilpres 2019. Rudiantara pun melontarkan sindiran kepada ASN tersebut.

"Bu! Bu! Yang bayar honor ibu siapa sekarang? Pemerintah atau siapa? Hah?" ucap Rudiantara dalam program Kominfo Next di Hall Basket Senayan, Jakarta, Kamis 31 Januari 2019

"Bukan yang iktikad ibu? Ya sudah makasih," lanjut Rudiantara usai ASN tersebut menjawab.

Pernyataan itu pun dilaporkan ACTA ke Bawaslu RI. Rudiantara dilaporkan dengan pasal Pasal 282 juncto Pasal 283 ayat (1) dan ayat (2) juncto Pasal 547 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.

Pria yang bersahabat disapa Chief RA itu diduga memakai kekuasaan untuk menguntungkan salah satu paslon. Pelanggaran itu diancam eksekusi tiga tahun penjara dan denda Rp36 juta.

Sumber: CNN
Tags : berita islam terpercaya, portal bersama news, berita 2019
Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami.Disini
Nah! Bawaslu Akan Panggil Menkominfo Soal #Yanggajikamusiapa