Ke Mana Lagi Pak Joko Minta Doa Mustajab?


[PORTAL-BERSAMA.WEB.ID]  Saran saya kepada Pak Jokowi, lupakan saja bencana ‘doa tertukar’ oleh ulama karismatik, Kiyai Maemoen Zubair. Biarkanlah Mbah Moen dengan hati nurani ia yang telah direbut oleh Pak Prabowo. Mari kita luaskan daerah mencari doa yang mustajab. Doa yang gampang dikabulkan oleh Allah SWT.

Tentu ada pertanyaan: kemana lagi Pak Jokowi dapat meminta doa mustajab itu?

Sesuai isi hadith yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, setidaknya ada tiga sumber doa yang gampang dikabulkan. Salah satunya ialah doa orang-orang yang teraniaya. Doa orang-orang yang terzolimi.

Di dunia ini, cukup banyak orang yang terzolimi. Orang yang teraniaya. Bahkan di Indonesia pun sangat banyak. Ada di mana-mana.

Sebagai contoh, Ahmad Dhani Prasetyo (ADP) yang gres saja dimasukkan ke penjara. Beliau ini termasuk yang terzolimi. Sebab, kata banyak orang, dengan beberapa cuitan yang ‘tak begitu signifikan’, ADP diganjar tidak adil. Hukuman penjara 18 bulan.

Kemudian, ada juga Buni Yani (BY) yang dikirim ke penjara Sindur, Bogor. Beliau ini juga diyakini banyak orang sebagai korban kezoliman.

InsyaAllah, doa ADP dan BY termasuk mustajab. Tak ada salahnya Pak Jokowi meminta doa dari mereka berdua. Tidak harus mendatangi mereka. Cukup dikirim utusan. Yang penting dapat mendapat doa dari orang yang teraniaya.

Bisa juga minta doa dari Novel Baswedan dan pakar IT yang dibacok, Hermansyah. Mereka berdua ini sangat terang dianiaya. Dizolimi.

Tak salah juga minta doa dari Pak Mahfud MD. Beliau ini ‘kan terzolimi juga dikala berlangsung gonjang-ganjing pemilihan cawapres tempohari. Pak Jokowi juga dapat minta doa dari Ustad Abu Bakar Baasyir. Beliau, sedikit-banyak, merasa teraniaya perasaannya dikala tak jadi bebas tanpa syarat padahal sudah disetujui.

Masih di dalam negeri kita, yang juga terzolimi ialah para petani. Mereka menderita alasannya ialah impor beras, impor gula, impor buah-buahan, impor bawang, impor garam, dll. Para petani buah terpaksa membuang panen mereka alasannya ialah harga anjlok. Banyak pula yang menyerakkan cabe di jalan-jalan sebagai protes.

Saya yakin doa mereka ini termasuk doa orang yang teraniaya alasannya ialah impor produk-produk pertanian itu. Bayangkan jikalau Pak Jokowi meminta doa dari mereka. Ada ratusan ribu petani kita yang teraniaya.

Terus, di luar sana sangat banyak yang teraniaya. Pak Jokowi dapat berkunjung pribadi ke Provinsi Xinjiang di RRC. Di sana, kaum muslimin suku Uighur telah bertahun-tahun mengalami penyiksaan. Mereka dizolimi oleh China. Mereka ditindas. Dipaksa meninggalkan keyakinan Islam. Luar biasa jikalau Pak Jokowi tiba ke sana minta didoakan.

Ada lagi umat Islam Rohingya yang diperlakukan sadis oleh ekstremis Budha dan penguasa Myanmar. Mereka dikejar-kejar. Diusir dari tanah tumpah darah mereka di wilayah Rakhine. Tentunya tak diragukan lagi kualitas doa mereka.

Pengungsi Rohingya banyak di Bangladesh. Kalau mau didatangi pribadi ke Rakhine, lebih bagus. Bisa lihat kondisi hidup warga Rohingya yang masih tersisa di Myanmar –kalau pun ada. Kalau Pak Jokowi yang berkeras mau masuk ke sana, tak mungkin penguasa Myanmar menolak.

Di Jalur Gaza juga dapat minta doa mustajab. Banyak orang yang tersiksa di sana. Hampir setiap hari Israel melaksanakan penindasan terhadap orang Gaza. Cuma, mau masuk ke Gaza memang tidak mudah. Kecuali minta izin Israel. Pendekatan ke Israel kelihatannya entenglah. Ada Pak Yahya Cholil Staquf yang sudah kenal baik dengan para petinggi Israel.

Jadi, Pak Jokowi tidak kekurangan daerah untuk meminta doa. Banyak. Di mana-mana ada. Di Indonesia banyak, di luar negeri juga banyak. Doa domestik atau doa internasiona, tinggal atur saja.

Sumber: Asyari Usman

Tags : berita islam terpercaya, portal bersama news, berita 2019
Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami.Disini
Ke Mana Lagi Pak Joko Minta Doa Mustajab?