Jokowi Disebut Jadi Rajin Nyerang, Fadli Kutip Pepatah Barat


PORTAL-BERSAMA.WEB.ID - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengibaratkan kondisi yang dialami calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dengan sebuah pepatah barat. Pepatah ini dinilainya cocok dihubungkan dengan mantan Wali Kota Surakarta itu yang belakangan ini terus tampil menyerang.

"Ada pepatah menyampaikan begini. Desperate people can do desperate thing. Makara ini sudah desperado, sudah desperate (putus asa). Mungkin sebab elektabilitasnya ngga naik-naik. Jadi, dengan segala cara untuk menaikan elektabilitas itu," kata Fadli di Gedung dewan perwakilan rakyat RI, Jakarta, Senin (4/2).

Fadli menilai Jokowi memakai taktik yang semakin hari kian tidak tepat. Sebab sebagai petahana, seharusnya Jokowi tak dalam posisi menyerang, melainkan berada pada posisi untuk membicarakan prestasi dalam kepemimpinanya 5 tahun terakhir.

"Saya kira (Jokowi) makin hari makin ngawur jikalau menyerang. petahana itu biasanya paling elegan. Dia berbicara "ini yang sudah saya hasilkan, ini kesepakatan saya yang sudah saya hasilkan, dan sebagainya"," terangnya.

"Tapi jikalau ada petahana yang menyerang kaya gini berarti memang nggak ada prestasinya yang dapat dibanggakan. Artinya rakyat juga tidak percaya dengan yang diomongkan. Akhirnya ia seolah olah jadi penantang," sambungnya.

Kendati demikian, Fadli mengaku bersyukur dengan perubahan gaya komunikasi dari Jokowi belakangan ini. Itu berarti, kakek dari Jan Ethes itu tengah mengalami ketakutan akan kekalahan.

"Bagus lah, alhamdulillah. Artinya petahana udah pertanda tanda tanda ia akan kalah," pungkasnya.

Sebelumnya, Jokowi menegaskan, tidak ada yang salah dari pernyataan keras yang dilontarkanya beberapa waktu belakangan ini. Meski dianggap berbeda, dari sebelumnya, ia mengganggap apa yang telah diucapkannya semuanya kenyataan.

"Saya memberikan apa adanya. Ya kan? masa saya diem terus?," kata Jokowi usai menghadiri program Jenggala Center di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Minggu (3/2).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjamin sikapnya tak akan lagi pasif menghadapi banyak sekali kritik yang dilontarkan oleh sejumlah pihak. Sebaliknya, Jokowi menilai kesabaranya dikala ini ada batasnya.

"Saya suruh diem terus? Saya suruh sabar terus? Yaa, ndak dong. Saya sekali-sekali dong (keras)," pungkasnya. [JP]

Tags : berita islam terpercaya, portal bersama news, berita 2019
Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami.Disini
Jokowi Disebut Jadi Rajin Nyerang, Fadli Kutip Pepatah Barat