Ini Klarifikasi Lieus Wacana Kegagalan Kedua Menjenguk Ahmad Dhani


PORTAL-BERSAMA.WEB.ID - Setelah Rabu pekan kemudian ditolak petugas LP Cipinang dikala hendak membezuk Ahmad Dhani, Minggu (3/2) Lieus Sungkharisma dkk juga ditolak, dikala kembali akan membezuk Dhani di LP CIpinang, Jakarta Timur. 

Jika penolakan pertama alasannya ialah alasan Lieus tidak membawa surat keterangan (ijin) dari Kejaksanaan, kali ini alasan penolakan alasannya ialah Lieus dkk membezuk Dhani di hari yang tidak ada jadwal bezuk bagi tahanan. Atas penolakan itu, Lieus tentu saja. 

“Kita menyerupai dipersulit petugas LP untuk bertemu Ahmad Dhani. Kemarin kita ditolak alasannya alasannya ialah tidak membawa surat dari kejaksaan. Sekarang kita tiba dengan membawa surat dari kejaksaan, tapi tetap saja ditolak. Kali ini alasannya lain lagi, Sabtu-Minggu di LP Cipinang tidak ada jadwal bezuk. Lha, ini apa-apaan?” Ujar Lieus. 

Lieus pun mempertanyakan alasan petugas LP mempersulit dirinya itu. “Apakah semua orang yang melaksanakan kunjungan ke tahanan di LP Cipinang harus minta ijin dari Kejaksaan? Lagian, bila memang hari Sabtu dan Minggu tak boleh bezuk, kenapa sebelumnya tidak diberitahukan?” tanyanya.

Seperti diketahui, hari ini ini Lieus tiba ke LP Cipinang untuk membezuk Ahmad Dhani yang ditahan di LP tersebut bersama Jaya Suprana, Zeng Wi Jian dan sejumlah penggagas pro demokrasi. Namun pintu LP dikunci dan mereka tidak diperkenankan masuk. Setelah menggedor-gedor pintu cukup lama, petugas LP tiba dan menyampaikan bahwa atas kebijakan kepala LP Cipinang, pada hari Sabtu dan Minggu tidak ada jam bezuk untuk para tahanan. 

“Kita tentu sangat kecewa atas kebijakan sepihak Kepala LP Cipinang ini. Sebab tidak semua LP di Indonesia meliburkan jam bezuk di hari Sabtu dan Minggu. Apalagi  hari Sabtu dan Minggu itulah sebagian orang ada waktu untuk membezuk tahanan. Tapi di LP Cipinang justru ditiadakan,” katanya. 

Hal ini terjadi, lanjut Lieus, alasannya ialah kepala dan petugas LP Cipinang masih bermental feodal. Ingin ikut liburan dan bersantai-santai di hari Sabtu Minggu. "Jadi semangatnya bukan untuk melayani masyarakat. Lagian, bila memang tak ada jadwal bezuk Sabtu dan Minggu, seharusnya itu disosialisasikan. Diberitahukan pada semua orang,” protesnya. 

Sebetulnya, ada peraturan bezuk yang cukup ketat, yang diedarkan lapas Cipinang melalui media online. Namun yang sanggup mengaksesnya tak banyak. Di LP Cipinang, selain jadwal bezuk Sabtu dan Minggu ditiadakan, setiap pengunjung yang akan membezuk tahanan diwajibkan mengambil nomor antrean dan mengisi form kunjungan.Menurut Lieus, tidak duduk perkara baginya dan siapapun dengan hukum tersebut. “Tapi seharusnya peraturan itu dibacakan dan berlaku bagi semua orang. Tapi sesudah dua kali ditolak, saya menerima kesan peraturan itu dijalankan tidak adil. Ada upaya mempersulit orang-orang tertentu untuk berkunjung ke Lapas,” katanya. 

Karena itu Lieus meminta supaya peraturan sepihak Kalapas yang bermental feodal dan tidak bersemangat melayani masyarakat itu ditinjau ulang. “Warga Lapas itu ‘kan warga binaan. Semestinya tidak ada istilah libur bagi mereka untuk menerima perhatian dari teman atau keluarga yan ingin menyemangati mereka sebagai tahanan,” kata Lieus. [rmol]

Tags : berita islam terpercaya, portal bersama news, berita 2019
Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami.Disini
Ini Klarifikasi Lieus Wacana Kegagalan Kedua Menjenguk Ahmad Dhani