Do'a Mbah Maimoen Jadi Korban Operasi Media Blackout


Oleh Hersubeno Arief

Tak banyak yang sadar, di tengah hiruk pikuk kontroversi pemberitaan do’a Kyai Maimoen Zubair (Mbah Moen) yang diralat, terjadi operasi media blackout. Sebuah operasi menenggelamkan gosip dari media, terutama televisi.

Dari semua stasiun televisi hanya ada dua stasiun yang sempat menyiarkan gosip heboh tersebut. Beritanyapun muncul sesudah ada penjelasan dari Romahurmuziy (Romy) bahwa video do’a mbah Moen untuk Prabowo yang diaminkan Jokowi, sudah diedit dan dipotong-potong.

Kedua gosip itu munculnya di kegiatan Kabar Siang TV One, dan Redaksi Sore Trans TV, Ahad (3/2/2019). Ada jarak yang cukup usang dengan kejadian yang terjadi.

Inews milik Harry Tanoe gres ikut menayangkan gosip tersebut pada Senin (4/2/2019) di kegiatan Inews Pagi, Siang dan Pemilu Rakyat. Setelah empat hari berlalu.

Acara Sarang Berdzikir yang dihadiri oleh Presiden Jokowi itu terjadi pada Jumat Sore (1/2/2019). Dan pada malam harinya eksklusif heboh di media sosial. Media-media online juga eksklusif menyambarnya.

Di twitter kejadian itu menjadi trending No 1. Klarifikasi Romy dengan nge-vlog bersama Jokowi dan Mbah Moen di kamar pribadi, malah kian menciptakan kejadian itu semakin heboh. Romy dinilai su’ul adab. Tak punya tata krama dan penghormatan terhadap seorang kyai sepuh ibarat Mbah Moen.

Di televisi sepanjang hari Sabtu (2/2/2019) gosip itu sunyi senyap. Baru pada hari Ahad beritanya muncul, dan sesudah itu senyap kembali. TV One dan Trans TV tidak menyiarkan kembali pada kegiatan berikutnya.

Padahal biasanya untuk stasiun televisi gosip ibarat TV One, gosip semacam itu layak dijadikan topik perbincangan hangat. Layak menjadi sebuah gosip yang bersifat running issue. Berita yang terus bergulir.

Dari sudut manapun kejadian itu sangat memenuhi syarat dan unsur kelayakan sebuah berita.

Seorang Kyai sepuh yang sangat berpengaruh, didatangi seorang presiden yang kembali mencalonkan diri. Diminta mendo’akan, atau bahasa terangnya diminta dukungannya. Sudah disiapkan teksnya. Eh…. saat membaca do’a, malah menyebut nama pesaingnya sebagai presiden (Rois) Indonesia.

Yang lebih menarik lagi, di sebelah Mbah Moen, Jokowi menadahkan tangan, menunduk khusu’ dan mengaminkan do’a itu. Sebuah kejadian unik, langka, melibatkan orang penting, dan tentu saja aktual. Layak breaking news.

Peristiwanya semakin seru saat Romy tergopoh-gopoh menghampiri Mbah Moen dan minta semoga do’anya diralat. Mic sempat mati, dan saat menyala, Mbah Moen kembali menyebut nama Prabowo dua kali.

Barulah kemudian sesudah diingatkan Mbah Moen menyebut nama Jokowi. Namun para santri sebagian sudah bubar, sebab adzan salat maghrib berkumandang. Tradisi di pesantren, kegiatan apapun harus berhenti saat adzan sudah berkumandang.

Beberapa direktur produser stasiun televisi mengaku ada semacam larangan eksklusif dari pemilik untuk menayangkannya. Secara bercanda mereka menyebut ada “gangguan teknis.”

Jangan salah sangka. Gangguan teknis yang dimaksud yaitu sebuah kependekan dari “tekanan dari istana.” Ha….ha…ha….

Praktik semacam ini biasa terjadi sepanjang pemerintahan Jokowi, khususnya pasca hiruk pikuk Pilkada DKI 2017, dan intensitas semakin meninggi jelang Pilpres 2019 ini.

Ada apa dengan Mbah Moen?

Mengapa stasiun televisi dan mengapa gosip Mbah Moen yang menjadi target blackout?. Masalah ini terang dekat kaitannya dengan pilpres.

Pertama, Mbah Moen yaitu seorang ulama NU yang sangat kharismatis. Sebagai ulama senior NU, perilaku Mbah Moen akan sangat besar lengan berkuasa terhadap para santri, kaum nahdliyin, terutama yang berada di Jawa Tengah.

NU merupakan kantong pemilih yang secara mati-matian dipertahankan oleh Jokowi. Pemilihan Kyai Ma’ruf Amin sebagai cawapres yaitu upaya mengikat bunyi kaum nahdliyin.

Kedua, efek Mbah Moen di Jateng sangat kuat. Jaringan alumni pesantren Sarang tersebar sangat luas sepanjang Pantura. Mulai dari Rembang hingga Brebes. Kecuali Semarang dan Kendal.

Tradisi di kalangan santri sendiko dawuh, sami’na, wa’ato’na, nurut dan manut pada kiai besar masih sangat kuat.

Sikap Mbah Moen dipastikan dapat mengubah konstelasi politik di Jateng. Padahal Jateng merupakan tambang bunyi dan benteng pertahanan utama Jokowi. Jika perolehan bunyi di Jateng setidaknya sama dengan Pilkada Serentak 2018, maka peluang Jokowi mempertahankan kekuasaan akan sangat berat.

Pada Pilkada 2018 pasangan Ganjar-Taj Yasin memperoleh 57.78%, sementara lawannya Sudirman Said-Ida Faudziah memperoleh 41.22%. Sekarang Sudirman Said selain menjadi Direktur Materi dan Debat BPN, beliau juga ditugaskan mengomandani pertempuran di Jateng. Kepala BPN Jend (Purn) Djoko Santoso juga membuka pos pemenangan di Solo.

Ketiga, Mbah Moen yaitu Ketua Dewan Syariah DPP PPP yang diketuai oleh Romy. Dukungan Mbah Moen kepada Prabowo akan sangat menghipnotis pemilih PPP yang sekarang mendukung Jokowi. Suara PPP yang sudah merosot akan kian tergerus.

Kalau PPP tak lolos parliamentary threshold, dan Jokowi kalah, Romy tak akan memperoleh apapun.

Dua pukulan berganda yang telak bagi Romi. Posisinya sebagai Ketum yang sudah payah beliau menangkan melawan Djan Faridz juga kembali terancam. Ini menjelaskan mengapa Romy terlihat panik dan kalang kabut. Dia harus bekerja keras memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Termasuk menuduh pendukung Prabowo-Sandi menyebar hoax dan mengedit video do’a Mbah Moen.

Keempat, dari aneka macam kalkulasi itulah mengapa operasi blackout di stasiun televisi menjadi sangat penting.

Televisi merupakan media dengan penetrasi terluas. Pemirsanya menjangkau kelas D, E. Kelas dengan pendidikan dan ekonomi rendah serta tinggal di pedesaan.

Kelas ini merupakan pemilih terbesar dan terkuat Jokowi. Mereka tak tersentuh media massa cetak dan online. Penetrasi medsos di kalangan ini juga sangat terbatas. Secara bercanda Ustadz Abdul Somad menyebut, paket internetnya terbatas. Tidak cukup.

Mereka harus dilindungi. Diproteksi dari terpaan informasi yang dapat merugikan. Karena itulah informasi wacana do’a Mbah Moen untuk Prabowo harus dijauhkan. Ditenggelamkan. End (*)

Tags : berita islam terpercaya, portal bersama news, berita 2019
Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami.Disini
Do'a Mbah Maimoen Jadi Korban Operasi Media Blackout