Buni Yani Masuk Penjara, Politik Balas Dendam Ahok Dan Pendukungnya


PORTAL-BERSAMA.WEB.ID - Buni Yani masuk penjara menerangkan ada politik dendam Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan pendukungnya.

Demikiand dikatakan pengamat politik Muslim Arbi dalam pernyataan kepada suaranasional, Sabtu (2/2/2019). “Setelah Ahmad Dhani, Buni Yani masuk penjara. Kedua orang ini sangat kritis kepada Ahok,” ungkapnya.

Kata Muslim, orang-orang yang memenjarakan Buni Yani, Ahmad Dhani juga sebagai pendukung Jokowi. “Pendukung Jokowi sengaja memenjarakan kelompok oposisi biar tidak bersuara kritis,” ujar Muslim.

Menurut Muslim, insiden yang menimpa Buni Yani menerangkan ketidakadilan di negeri ini di bawah Rezim Jokowi. “Kalau ini dibiarkan terus, akan terjadi balas dendam,” papar Muslim.

Jika Jokowi berkuasa dua periode, kata Muslim, kegaduhan akan terus terjadi. “Sesama kelompok sipil saling bertingkai,” pungkas Muslim.

Kejaksaan Agung menegaskan putusan sampai sanksi terhadap Buni Yani murni penegakan hukum. Dia meminta kepada pihak lain untuk tak dikaitkan dengan opini-opini di luar ranah hukum.

“Terkait dengan sanksi dan kasus ini tentu saya imbau kepada para pihak yang berusaha untuk mempermasalahkan dalam arti melaksanakan suatu pembentukan suatu opini-opini, dalam hal ini kita murni penegak hukum, kita tidak terafiliasi kemanapun. Kaprikornus Kejaksaan semata-mata hanya melaksanakan penegakan aturan dan sanksi ini yakni bab dari penegakan hukum,” kata Kapuspen Kejaksaan Agung, Mukri di Kejari Depok, Jawa Barat, Jumat (1/2/2019).

Buni Yani sendiri tidak mengakui atas tuduhan melaksanakan editing video yang hasilnya divonis bersalah melanggar Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dalam putusan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Terkait hal itu, Mukri mempersilakan Buni Yani untuk membeberkan bukti di persidangan.

“Dalam hal ini jikalau pun misal terdakwa menyatakan tidak bersalah, beliau dapat ungkapkan ke persidangan dengan bukti-bukti yang ada, sehingga dapat meyakinkan tidak bersalah, dan dalam hal ini kita dilarang membicarakan itu alasannya yakni putusan pengadilan sudah ada, sudah menyatakan bersalah,” jelasnya.[sn]

Tags : berita islam terpercaya, portal bersama news, berita 2019
Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami.Disini
Buni Yani Masuk Penjara, Politik Balas Dendam Ahok Dan Pendukungnya