Apa Yang Terjadi Pada Aku By Ahmad Dhani


APA YANG TERJADI PADA SAYA

By Ahmad Dhani

Tanggal 28 Januari 2019 saya di putus PN Jak Sel 18 bulan penjara atas PASAL 28 ITE  UJARAN KEBENCIAN KEPADA TIONGHOA DAN UMAT KRISTIANI. (Lucu)

Saya pribadi di Jebloskan ke RuTan Cipinang, padahal kita pribadi menyatakan BANDING. (Aneh)

Buni Yani tidak di tahan ketika menyatakan BANDING.

Ini yang lebih lucu,
Tanggal 31 Januari muncul ketetapan gres dari Pengadilan Tinggi bahwa saya di TAHAN selama 30 hari.
Alasan Penahanan?
Tidak ada.

Yang Jelas, dengan adanya ketetapan gres dari Pengadilan Tinggi ini, Pengadilan Negeri Surabaya yang sedang memulai sidang perdana KASUS PENCEMARAN NAMA BAIK ITE PASAL 27 (hukuman maksimal 4 tahun dan tidak sanggup ada upaya penahanan ketika sidang) punya alasan untuk menahan saya di PENJARA yang over kapasitas nya 500 persen.

Akhirnya PENGADILAN TINGGI punya ketetapan gres yang isi nya saya di pindah ke PENJARA MEDAENG hingga proses persidangan di Surabaya selesai.

Para Pakar Hukum niscaya PAHAM apa yang sedang  terjadi dan apa yang sedang saya alami.

(1) Penahanan saya sangat tidak logis dan tidak lazim dalan penegakan hukun... Atas pertimbangan sbb:

1. Penahanan atas dasar sanksi dari amar putisan terang tidak punya dasar aturan alasannya ialah putusan yang dibacakan majelis hakim belum memiliki kekuatan aturan tetap (inktarht). Sehingga secara aturan belum sanggup di eksekusi.

2. Jika penahanan didasari kewenangan majelis yang menyidangkan perkara saya, juga merupakan putusan yang tidak lazim, alasannya ialah selama dipersidangan dari awal dakwaan hingga putusan saya dengan tertib dan penuh kesadaran hukum, tidak pernah mempersulit jalanya persidangn, saya dengan itikad baik membuktikan perilaku yang sangat kooperatif dan mendukung penegakan aturan di Indonesia sehingga tidak ada alasan subjektif dan objektif yang rasional yang sanggup diterima dalam  penetapan penahanan saya usai pembacaan putusan pengadilan tingkat pertama pada Pengadilan Jakarta Selatan yang putusannya belum memiliki kekuatan aturan tetap. Lebih lagi sepanjang saya tau tidak pernah ada penahan yang dilakukan oleh majelis hakim sesudah sidang selesai diputus, namun putusan tersebut belum memiliki kekutan aturan tetap (inkraht). Putusan hakim untuk melaksanakan penahanan kepada diri saya terlihat sangat bermuatan lain diluar kepentingan penegakan hukun, sehingga sangat beralasan bila saya berkesimpulan bahwa majelis hakim yang menciptakan penetapan tersebut masuk dalam kategori penetapan yang tidak prudent dalam memakai wewenangnya dalam menegakan aturan yang berkeadilan.

2. SIDANG PASAL 27 ITE DI PENGADILAN NEGERI  SURABAYA bila dilihat dalan perspektif aturan bergotong-royong TIDAK BISA MENAHAN SEORANG TERSANGKA KARENA HUKUMAN NYA MAKSIMAL 4 TAHUN

Sehingga saya tidak berlebihan bila upaya penetapan menahan saya diujung pembacaan putusan pada pengadilan negeri Jakarta Selatan dipaksakan menciptakan penetapan penahanan yang tidak lagi bertujuan dalam rangka penegakan aturan demi keadilan malainkan sudah sangat berpotensi dengan tujuan diluar penegakan hukum..

Atau cuma alasannya ialah gemes dan geregetan mereka mau menyidangkan pasal 27 ITE dengan memasukkan saya ke penjara.

Siapa mereka? ...sesungguhnya mereka ialah semua barisan yang memaksakan kehendak mereka sadar atau sadar, mereka bergotong-royong sudah masuk pada barisan Pembela Penista Agama.

Cipinang, 6 FEBUARI 2019



Tags : berita islam terpercaya, portal bersama news, berita 2019
Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami.Disini
Apa Yang Terjadi Pada Aku By Ahmad Dhani