Novel Baswedan: Aku Menduga Kepala Kepolisian Republik Indonesia Tak Ingin Ungkap Sungguh-Sungguh


PORTAL-BERSAMA.WEB.ID - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) membentuk tim adonan guna merampungkan kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Pembentukan tim ini dilakukan sebagai tindak lanjut rekomendasi Komnas HAM yang meminta Polisi Republik Indonesia membentuk tim adonan untuk mengungkap kasus penyerangan yang menimpa suami Rina Emilda tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Novel Baswedan menegaskan tim yang dibuat tersebut memperlihatkan Polisi Republik Indonesia tidak membuka diri untuk adanya partisipasi masyarakat.

"Semoga bukan sebab pimpinan Polisi Republik Indonesia tidak menghormati atau tidak memercayai tokoh masyarakat yang memiliki kapasitas dan integritas teruji," ucapnya dikala dikonfirmasi JawaPos.com, Jumat (11/1).

Novel juga menduga tim adonan yang didominasi oleh unsur kepolisian tersebut bukti bahwa tidak adanya keseriusan Polisi Republik Indonesia untuk mengungkap kasus penyiraman air keras yang menimpanya.

"Dengan dibentuknya tim ini saya menduga bahwa Kapolri tidak memiliki impian berpengaruh untuk mengungkap dengan sungguh - sungguh," tukasnya.

Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia menciptakan tim adonan dan penyidikan untuk membongkar kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun turut menjadi penanggung jawab atas pembentukannya.

Selain nama Kapolri, di surat kiprah Nomor Sgas/3/I/Huk.6.6./2019 tertanggal 8 Januari 2019 itu, ada pula nama Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto selaku wakil penanggung jawab. Juga Irwasum Komjen Putut Eko Bayuseno, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Komjen Arief Sulistyanto, dan Kadivpropam Irjen Listyo Sigit Prabowo yang bertugas menawarkan asistensi.

Adapun tim ini diketuai Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz dan wakilnya, Karobinops Bareskrim Polisi Republik Indonesia Brigjen Nico Afinta. Lalu, Brigjen Wahyu Diningrat selaku Kasubdit Analisis dan Evaluasi, Irjen Dedi Mohammad Iqbal sebagai Kasubdit Humas. [jp]

Tags : berita islam terpercaya, portal bersama news, berita 2019
Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami.Disini
Novel Baswedan: Aku Menduga Kepala Kepolisian Republik Indonesia Tak Ingin Ungkap Sungguh-Sungguh