Jokowi Presiden Terlemah Dalam Sejarah Indonesia


PORTAL-BERSAMA.WEB.ID - Pernyataan Gurubesar FISIP Universitas Indonesia Arbi Sanit yang menyinggung gaya kepemimpinan Presiden Joko Widodo kembali beredar di media sosial, jelang debat pertama pilpres.

Video Arbi Sanit itu diambil dari seri tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC) tahun 2015. Tema yang diangkat “KPK-Polri: Tepatkah Keputusan Jokowi?” untuk menyikapi penghapusan Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Arbi Sani menyoroti gaya kepemimpinan Joko Widodo dalam menyikapi konflik di dua forum tersebut. Menurutnya, Jokowi mengalami defisit kekuasaan sehingga tidak dapat mengatasi problem dengan baik.

“Defisit kekuasaan, kekuasaannya nggak cukup, di bawah standar, nggak mencukupi untuk jadi pemimpin negara yang rumit besar ibarat ini,” terangnya.

Power yang dimiliki Jokowi sebagai seorang presiden terlalu sedikit. Sebab, Jokowi hanya mengandalkan blusukan atau menjaring kekuatan dari rakyat yang mengambang. Dukungan ini tidak dapat dimobilisasi dikala beliau memerlukan.

“Tidak punya partai, pengalaman di tingkat nasional minim. Dia tidak punya teman di elite. Dia hanya dapat mengandalkan otortitas sebagai presiden,” terperinci Arbi.

Jokowi, sambung Arbi, hanya orang yang bernasib baik. Ini mengingat karir Jokowi yang terbilang cepat di dunia politik. Arbi bahkan menyebut mantan walikota Solo itu sebagai presiden kebetulan.

“Jadi ini presiden kebetulan, Presiden terlemah di sejarah Indonesia. Dengan Megawati pun, ini (lebih) lemah. Apalagi dengan Gus Dur,” terangnya, apalagi,” lanjutnya.

Video ini, sekarang tersebar di banyak sekali media umum atau sepekan sebelum debat pilpres pertama digelar. [rmol]

Tags : berita islam terpercaya, portal bersama news, berita 2019
Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami.Disini
Jokowi Presiden Terlemah Dalam Sejarah Indonesia