Impor Garam, Mendag: Garam Lokal Banyak Busanya, Jikalau Buat Infus, Pasien Dapat Mati


PORTAL-BERSAMA.WEB.ID - Kegiatan impor, khususnya garam, yang dilakukan pemerintah selama ini bukan tanpa alasan. Sebab, garam lokal disebut tidak memenuhi persyaratan industri dalam negeri. Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

"Kementerian Perindustrian mustahil meminta rekomen impor bila dapat gunakan garam dengan NaCl yang rendah. Persoalannya, bila garam infus diambil dari daderah Pantura, yang sudah terkontaminasi, yang ada pasien mati," katanya ketika ditemui di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (10/1). 

Selain itu, Enggar juga menambahkan, garam lokal cenderung mempunyai busa. Penyusutannya juga mencapai 25 hingga 30 persen. Karenanya, para pelaku industri butuh garam impor dengan kualifikasi yang baik.

"Coba nanti bila berhenti di Cirebon dan lihat bagaimana garam rakyat diolah, Anda akan lihat itu dibersihkan isinya busa semua. Lebih dari 2 hingga 3 kali dibersihkan juga masih berbusa. Bayangkan bila busa itu dimasukkan ke jarum infus, mati kita, dimakan aja enggak sehat," tambahnya. 

Apalagi, menurutnya, kesadaran masyarakat ketika ini akan kesehatan dalam aneka macam hal termasuk materi baku yang dipakai sangat penting. Hal ini yang sering tidak dilihat oleh kalangan yang sering mempertanyakan kenapa Indonesia masih butuh impor garam.

"Kita juga enggak akan mau melaksanakan impor bila tanpa alasan. Ya, doakan saja supaya klarifikasi ini dapat diterima sama yang marah-marah tanpa kejelasan," tutupnya. [kumparan]

Tags : berita islam terpercaya, portal bersama news, berita 2019
Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami.Disini
Impor Garam, Mendag: Garam Lokal Banyak Busanya, Jikalau Buat Infus, Pasien Dapat Mati